Kampung Admiralty Singapura Dari Sudut Pandang Arsitektur Biofilik
Singapura merupakan negara maju yang berada di Asia Tenggara dengan iklim dan cuaca yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Singapura dikenal sebagai negara yang mampu mengembangkan konsep hijau atau arsitektur hijau dalam perancangan bangunan dan tata kota, sehingga dapat menghasilkan lingkungan yang ramah dan sesuai dengan konteks tropis.
Konsep bangunan hijau ini diterapkan dengan tujuan untuk membantu menjaga kesehatan bumi kita yang makin hari kondisinya semakin memprihatinkan yang diakibatkan oleh penebangan hutan secara ilegal, pembakaran sampah sembarangan, polusi udara yang diakibatkan oleh asap pabrik. Hal ini sudah merugikan kita semua, karena minimnya oksigen yang ada di bumi ini, sehingga tanpa disadari, selama ini kita menghirup sangat sedikit oksigen dan banyak karbon dioksida yang lama kelamaan dapat merusak kesehatan kita dan juga bumi kita. Selain dapat merusak kesehatan fisik, kurangnya persediaan udara segar di bumi juga berdampak terhadap mental kita. Kita jadi sering merasa tertekan karena bau dari asap yang sangat mengganggu, dan kita juga jadi stress karena kondisi lingkungan yang buruk dan udara yang buruk. Parahnya, pencemaran udara yang semakin lama semakin berlebihan ini dapat mengakibatkan kematian.
Singapura berani mengembangkan konsep Arsitektur Hijau dalam perancangan bangunan dan juga tata kotanya. Hal ini dilakukan agar dapat membantu memulihkan kondisi bumi kita ini. Salah satu contoh bangunan yang sudah menerapkan konsep Arsitektur Hijau adalah Kampung Admiralty WOHA.
Kampung Admiralty Singapura Dari Sudut
Pandang Arsitektur Biofilik
Arsitektur
Biofilik adalah konsep arsitektur yang membina hubungan positif antara manusia
dan alam dengan arsitektur. Arsitektur Biofilik memiliki tujuan untuk
menghasilkan suatu ruang yang dapat berpartisipasi dalam peningkatan kesejahteraan
hidup manusia secara fisik dan mental. Kampung Admiralty merupakan salah satu
bangunan yang mengusung konsep Arsitektur Hijau yang ada di Singapura. Bangunan
ini didesain oleh WOHA sebagai Arsitek dari Kampung Admiralty. Kampung
Admiralty merupakan fasilitas publik terpadu pertama di Singapura yang
menyatukan berbagai macam layanan ke dalam satu tempat. Kampung Admiralty ini
memaksimalkan penggunaan lahannya dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan warga
Singapura yang berusia lanjut.
Pendekatan dari Kampung Admiraly Singapura dengan Arsitektur Biofilik ini dapat dilihat dari bangunannya yang memiliki secondary skin yang berfungsi baik untuk merespon segala cuaca. Dengan adanya secondary skin ini juga dapat membantu mengurangi penggunaan energi listrik karena cahaya matahari dapat masuk melalui secondary skin dan juga jendela yang banyak terdapat di bangunan ini. Selain cahaya matahari, penerapan secondary skin ini juga berfungsi untuk menghalangi suhu dingin dan suhu panas yang hendak masuk ke dalam bangunan. Sehingga orang-orang yang berada di dalam bangunan tetap aman.
Gambar
2. Kampung
Admiralty Singapura (sumber: https://www.archdaily.com/904646/kampung-admiralty-woha)
Gambar 3. Kampung
Admiralty Singapura (sumber: https://www.archdaily.com/904646/kampung-admiralty-woha)Taman di
area Kampung Admiralty Singapura ini merupakan salah satu faktor penting yang
dapat dinilai dari sudut pandang Arsitektur Biofilik. Taman di area Kampung
Admiralty dapat membuat sejuk lingkungan sekitar dan juga membuat rasa sejuk
tiap orang yang berada di sekitar maupun di dalam taman ini. Taman ini sangat
cocok untuk melepas penat sehabis mengalami masalah. Taman ini juga dinilai
sangat cocok sebagai tempat berolahraga dan juga bersantai. Bagi orang yang
sudah lanjut usia, taman ini cocok untuk menjadi tempat di saat ingin menghibur
diri sendiri karena taman ini teduh dan juga bisa membuat hati menjadi tenang.
Taman ini juga merupakan salah satu taman
yang dapat membantu memperbaiki kondisi bumi kita. Sehingga orang-orang yang
berada di sekitar Kampung Admiralty tidak perlu begitu takut terhadap polusi
udara yang sangat membahayakan.


Comments
Post a Comment